Chandra Ekajaya Monitor Jalan Tol

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa rombongan yang menggunakan sorban putih akan naik ketiga mobil Mercedes Benz yang telah terparkir. Diperkirakan, mereka menuju ke hotel di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Jadi segala macam persiapan memang sudah dirancang secara matang. Karena pihak pemerintah tidak ingin mengecewakan rombongan dari Arab Saudi.

Sementara itu, tidak kurang dari 7.054 personel disiapkan untuk mengamankan Raja Salman dan rombongan. Panglima Kogabpam (Pangkogabpam) WIP Letjen TNI Edy Rahmayadi menjelaskan, seluruh personel gabungan sudah bergerak sejak kemarin (28/2). Pengamanan adalah hal yang menjadi perhatian utama. Terlebih beberapa hari kemarin Indonesia dihebohkan dengan aksi teror bom.

Dok.Chandra Ekajaya

“Hari ini (kemarin) sudah di tempat,” ucap Edy usai memimpin Gelar Pasukan Kogabpam WIP di Mabes TNI. Pengusaha Chandra Ekajaya menuturkan bahwa sejumlah lokasi seperti Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Istana Bogor dan hotel tempat menginap raja bersama rombongan sudah dijaga ketat. “Anda macam-macam ditangkap” kata dia tegas.

Edy mengungkapkan, komando yang dia pimpin menyusun tiga lapis pengamanan. Yakni ring satu, dua, dan tiga. “Ring satu melekat kepada tamu VVIP” ujar periwira tinggi TNI yang mejabat sebagai panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tersebut.

Sementara itu, personel gabungan di ring dua bertugas mengamankan setiap gerakan dari dalam ke luar maupun sebaliknya. Khusus ring tiga, petugas gabungan menjaga bagian terluar. Pengusaha Chandra Ekajaya menerangkan bahwa tim keamanan akan mengidentifikasi setiap orang yang hendak masuk ke wilayah pengamanan di ring dua. Edy memastikan, tidak sembarang orang bisa tembus wilayah pengamanan tersebut. “Nggak bisa masuk kecuali orang-orang tertentu,” jelas dia. Jadi pengamanan sangat ketat, bahkan semut pun mungkin akan ragu untuk masuk.

Chandra Ekajaya Dan Sistem Pemerintahan Rio

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya (Pengusaha) menerangkan bahwa sistem Pemerintahan Rio secara filosofis tidaklah asing bagi masyarakat kabupaten Bungo, karena hal tersebut merupakan cerminan dari jiwa, pikiran dan perasaan yang lahir dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat di Kabupaten Bungo yang sejalan dengan falsafah nergara kita (Pancasila).

Bermula dari kebiasaan yang menjelma mejadi adat, ujar Chandra Ekajaya kemudian menjadi hukum adat yang disepakati secara bersama untuk ditaati merupakan bagian dari kultur komunal masyarakatnya, Ibi Society Ubi us, di mana ada masyarakat di situ ada hukum.

Dok.Chandra Ekajaya

Dilihat dari dimensi hubungan vertikal (Hubungan dengan sang Khaliq), pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa masyarakat di sini sangat religius, seperti kebiasaan mengaji sesudah sholat magrib, sehingga tidak ada yang tidak tahu mengaji Kitab Suci Alquran, sholat berjamaah di Masjid/ Langgar, pendidikan subuh bagi anak usia sekolah, sekolah madrasah pada sore hari,pagi hari sekolah umum, agar tidak buta huruf Arab maupun latin.

Dari dimensi horizontal (Hubungan manusia sesama), patuh dengan pemimpin (Rio) perintah Rio identik dengan aturan/hukum.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengutip pepatah lama bahwa Raja adil raja disembah, Raja zalim raja dibantah , karena seorang Rio merupakan sosok pemimpin kharismatik yang dpilih dari keurunan orang baik, berakhlak baik, adil dan jujur, dimakan alur dengan patut. Ini sudah seperti menjadi hal yang natural. Karena hal itulah yang diharapkan oleh masyarakat.

Pengusaha Chandra Ekajaya juga pernah menyatakan bahwa saat ini masyarakat sedang menanti dan merindukan sosok pemimpin yang dapat berbuat adil. Sehingga nantinya masyarakat akan menjadi makmur dan sentosa, serta kehidupannya akan menjadi aman, nyaman, dan tenteram. Karena di semua mitologi dunia menawarkan hal tersebut.

Chandra Ekajaya Jadi Duta SKK Migas

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya merupakana salah satu karyawan di SKK Migas. Dirinya masuk sebagai karyawan SKK Migas pada akhir tahun 2014. Awal masuk di SKK Migas dirinya merupakan rekomendasi dari paguyuban pertamini Indonesia. Sebelumnya Chandra Ekajaya menjabat sebagai staff ahli paguyuban pertamini Indonesia. Berkat prestasi selama menjabat sebagai staff ahli di paguyuban pertamini Indonesia di rekmondasikan sebagai kasir di SKK Migas.

Baru menjabat 3 tahun belakangan ini, Chandra Ekajaya sudah mendapat berbagai macma penghargaan sebagai karyawan. mulai dari karyawan teladan bulanan hingga saat ini di daulat sebagai salah satu Duta SKK Migas.

Dok.Chandra Ekajaya

Pemilihan Duta SKK Migas dilakukan melalui seleksi yang ketat dan sudah dilakukan pemantauan terhadap kinerja karyawan selama 6 bulan. Chandra Ekajaya sendiri merupakan karyawan teladan jadi tak hayal banyak orang yang sudah meprediksikan bahwa Chandra Ekajaya akan terpilih menjadi Duta SKK Migas.

Chandra Ekajaya di daulat sebagai Duta SKK Migas periode tahun 2017. Pelantikan secara resmi sudah dilakukan pada awal bulan januari di Bandung jawa Barat yang disaksikan secara langsung oleh kepala SKK Migas setelah melakukan seleksi yang ketat dan panjang.

Dok.Chandra Ekajaya

“saya tidak menyangka bisa menjadi duta di SKK Migas, ini adalah apresiasi dan juga tanggung jawab besar buat saya” Ujar Chandra Ekajaya.

Chandra Ekajaya sebagai duta memilki misi untuk berperan aktif menjaga hubungan baik dengan masyarakat, rekanan bisnis dan juga pemerintah.  Dengan dipilihnya Chandra Ekajaya sebagai Duta SKK Migas, diharapkan nantinya Chandra Ekajaya mampu semakin meningkatkan kinerja dan citra public SKK Migas lebih baik lagi dan ikut aktif dalam berbagai kegiatan yang sekiranya memang bertujuan untuk kebaikan SKK Migas dan juga Negara Indonesia kedepanya.

Chandra Ekajaya Si Barista Peracik Kopi Menjadi Pengusaha Kopi Sukses

Dok.Chandra Ekajaya

Namanya memang tidak asing apalagi saat anda telah berkali – kali mencari pengusaha Chandra Ekajaya anda pasti akan bertemu dengan dia. Barista yang kini menjadi seorang pengusaha kopi. Chandra Ekajaya merupakan orang yang ulet yang jika dilihat daripada kegigihanya dia layak menjadi pengusaha besar.

Awalnya Chandra Ekajaya merupakan seorang barista yang bekerja pada sebuah warung kopi kecil. Warung kopi tersebut merupakan awal tempat belajar Chandra ekajaya meracik kopi yang bagus. Dari mulai kopi tubruk sampai kopi saring. Dari situ beliau mulai dapat membededakan antara mana kopi yang memiliki cita rasa yang tinggi.

Dok.Chandra Ekajaya

Dimulai dari meracik kopi sampai menjadi penikmat dan pecinta kopi. Chandra ekajaya berusaha membuat kedai kopi sendiri yang akhirnya malah menjadi awal titik kenaikan kehidupan. Dalam hal ini Chandra ekajaya memiliki keahlian khusus yaitu dia bisa melihat bisnis yang akan maju dengan pengalamanya dia bisa menggunakan itu.

Chandra ekajaya menjadi seorang pengusaha kopi karena selain ketrampilan membuat kopinya yang sudah mumpuni dia juga bisa melihat prospek usaha kedepan. Ini tentu mrupakan kehebatan yang dimiliki oleh Chandra ekajaya yang merupakan sebuah bakat alamiah.

Dok.Chandra Ekajaya

Bagaimana Chandra ekajaya dapat menjadi pengusaha kopi? Ya tentunya ini juga dilihat dari bagaimana dia menyerap ilmu yang dimiliki oleh bos kedai kopi ditempat Chandra ekajaya bekerja.

Kali ini baru saja awal mungkin selanjutnya Chandra ekajaya akan memiliki kopi yang lebih besar lagi. Chandra ekajaya berkeinginan untuk memiliki kedai yang lebih besar. Tentu dia juga tidak lupa mengajak kawanya untuk bekerja pada Chandra ekajaya.Dia masih berkeinginan untuk mengangkat pegawai dari teman – temanya.