Mengajari Anak Menulis

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang mempunyai kemampuan menulis. Sebab menurut mereka bila sang buah hati dapat menulis, maka pengetahuan anak akan lebih cepat bertambah dan berkembang. Harapan mereka supaya sang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, dewasa, dan menjadi manusia berwatak santun dan mulia.

Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa setiap yang tertulis akan mengabadi, sedangkan yang terucap akan berlalu bersama angin. Jadi menurut pepatah kuno tersebut, menulis merupakan salah satu piranti untuk membentuk peradaban manusia. Entah peradaban perunggu, perak, atau bahkan emas yang dibentuknya, tetapi tulisan jelas memberikan pengaruh dan manfaat yang dahsyat.

Menulis
Dok. Istimewa

Tetapi yang dimaksud dengan menulis bukanlah sekadar menulis sembarangan. Menulis yang dimaksudkan adalah menulis tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi orang lain. Dalam artian tulisan tersebut dapat mengubah paradigma seseorang, sehingga dapat wacana dan pemahamannya masyarakat terbuka, dan dimungkinkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Itulah fungsi dan peran dari tulisan.

Tulisan yang bermanfaat adalah tulisan yang tidak hanya bermanfaat bagi penulisnya, tetapi berperan dalam perkembangan peradaban. Tetapi bila melihat kondisi sekarang ini, sepertinya pengertian menulis sudah mengalami dekadensi atau bahkan degradasi yang sangat drastis. Maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk membina pemuda, dan terutama anak-anak untuk menjadi penulis yang bermanfaat bagi masyarakat.

Apalagi kondisi di sekolah saat ini sangat tidak memungkinkan untuk memunculkan anak-anak yang suka menulis. Meskipun generasi muda saat ini sudah menerima banyak pelatihan dan pengajaran di sekolah, tetapi sangat susah untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah keterampilan, keahlian, atau pun kebiasaan. Mereka justru lebih memilih untuk menonton hiburan seperti televisi, gadget, dan internet.

Secara ilmu bahasa, ada empat kompetensi yang berhubungan dengan ilmu tersebut, yakni membaca, berbicara, menyimak, dan menulis. Berbicara dan menyimak adalah kemampuan yang dilatih sejak masih bayi, bahkan untuk menyimak atau mendengarkan sudah dilatih sejak masih dalam kandungan. Sedangkan untuk menulis, anak-anak baru mengenal ilmu ini saat sudah sekolah.

Proses Menulis
Dok. Istimewa

Maka, seperti kemampuan berbicara, menulis pun harus dilalui dengan proses dan latihan yang tiada henti. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai peranan yang besar dalam perkembangan dan pertumbuhan kemampuan menulis anak. Sekolah juga bermanfaat, tetapi karena terbatasnya waktu maka mereka pun hanya mampu untuk memantapkan.

Orang tua perlu menjelaskan kepada anak-anak mengenai fungsi dan manfaat dari menulis. Bila mereka dapat menulis maka ide dan gagasan yang ada dalam pikiran mereka bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan. Melalui kegiatan ini maka jumlah pengetahuan akan semakin bertambah. Akhirnya bila proses ini berhasil maka nantinya anak-anak akan merasakan manfaatnya dari sisi psikologi, sosial, kesehatan, dan ekonomi. Baca artikel menarik tentang pengusaha chandra ekajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *