Chandra Ekajaya: Tukang Sapu Jadi Pengusaha

Bagi Chandra Ekajaya, tidak ada yang tidak mungkin. Berawal dari menjadi seorang tukang sapu jalanan yang harus berjibaku dengan angin dan panas matahari, kini ia menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses. Saat masih menjadi tukang sapu, dirinya sudah mempunyai cita-cita dan impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Untuk membayangkannya saja memang sangat sulit, karena saat itu ia harus membagi pendapatannya untuk menafkahi keluarganya. Kejadiannya bermula di tahun 1993, Chandra Ekajaya dengan bekal ijazah Sekolah Menengah Pertama dan tidak mempunyai keahlian serta keterampilan tertentu memberanikan diri merantau ke Ibukota Jakarta. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menjalani pekerjaan apapun selama itu halal. Dari tukang sapu, kuli bangunan, hingga pembantu rumah tangga. Setelah ia ia mendapatkan pekerjaan tetap di sebuah perusahaan swasta sebagai tukang sapu. Karena melihat ketekukan dan kesungguhannya, maka ia diangkat menjadi office boy. Tak lama berselang ia pun diangkat menjadi tenaga pasar.

Chandra Ekajaya Tukang Sapu Jadi Pengusaha

Setelah menjabat sebagai tenaga pasar, kemudian Chandra Ekajaya diberikan tanggungjawab untuk mengurus permasalahn gudang. Selama beberapa waktu ia merasa nyaman dengan pekerjaannya. Tetapi karena kebutuhan anak-anaknya semakin banyak, maka ia pun mencari penghasilan tambahan dengan berjualan aksesoris di stadion Gelora Bung Karno, mulai dari kalung, ikat rambut, gelang, dan sebagainya. Setelah berjalan berbarengan, ia kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ia berpikir bahwa penghasilan berwirausaha lebih besar daripada ikut dengan orang. Semenjak itu ia membeli kios sederhana. Bisnis aksesorisnya berkembang dengan pesat. Karena sukses akhirnya ia membeli sebuah rumah di daerah yang masih sepi. Ia pun beralih menjadi seorang pengusaha sembako. Sebab bagi pengusaha Chandra Ekajaya, bisnis sembako lebih menguntungkan. Bahkan karena ketekunan dan kegigihannya, ia berhasil membuat produk beras sendiri. Beras yang diproduksinya menghasilkan nasi yang pulen, putih, dan bersih. Rasanya pun sangat gurih, dan tidak terlalu manis. Kini beras produknya sudah didistribusikan ke berbagai pedagang di seluruh wilayah Indonesia. Sampai saat ini, bisnis berasnya masih berjalan dan terus berkembang dengan pesat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *