Chandra Ekajaya Mencari Ilham Melalui Riset Dan Kajian Pustaka

Menurut Chandra Ekajaya di zaman yang serba terbaik ini, banyak orang yang kehilangan pegangan. Persis seperti kata pujangga besar Jawa Raden Ngabehi Ranggawarsita yang mengatakan bahwa zaman ini adalah zaman dimana segalanya terbolak-balik, yang sering disebut sebagai zaman edan. Chandra Ekajaya sudah lama melakukan tapa hening, tetapi ia justru semakin menemukan pertanyaan-pertanyaan.

Chandra Ekajaya sudah merasakan keresahan ini sejak tahun 2000-an. Selama itu hatinya selalu bergolak dan bergejolak. Ia merasa ada suatu ketidak beresan di dunia ini. Tetapi ia masih belum mengerti dan memahami apa yang menyebabkan hatinya merasa demikian. Ia masih merasa kosong dan memerlukan banyak jawaban.

pengusaha chandra ekajaya menemukan ilham

 

Untung saja pada tahun 2006, lelaki yang lahir pada 19 Agustus 1983 ini bertemu dengan seseorang yang bijaksana. Beliau adalah Ki Sambarlangit. Chandra Ekajaya sangat segan dan menghormati beliau. Bukan karena kepintaran atau pun pengetahuannya, tetapi karena kebijaksanaan dan ketenangannya. Sehingga dapat membimbingnya untuk menemukan jawaban atas segala pertanyaan satu per satu.

Ki Sambarlangit sebenarnya bukanlah sosok yang asing di dunia spiritualitas, mistik, dan religiusitas. Tetapi cuma Chandra Ekajaya saja yang kurang bergaul di dunia tersebut. Bila diibaratkan sebuah perahu, maka ia hanya berlayar di darat. Ia masih belum berani untuk terjun ke samudera raya yang luas. Ke tempat yang bahkan belum diketahui tepiannya.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko mendapatkan ilham

Akhirnya setelah Chandra Ekajaya bertemu dengan Ki Sambarlangit, ia semakin menemukan jalan untuk menjawab kebingungan dan keresahan hatinya. Misalnya saja setelah bertemu dengan beliau ia diperkenalkan ke konsep zaman ciptaan Sang Maha Prabu Jayabaya. Perkenalannya dengan Jangka Jayabaya membuat semuanya menjadi jelas dan mudah dipahami.

Kini Chandra Ekajaya masih melakukan riset dan kajian pustaka untuk mendukung segala macam petunjuk yang sudah diberikan kepadanya. Tentu saja petunjuk tersebut diberikan oleh Ki Sambarlangit. Saat mempunyai landasan dan kendaraan yang benar, maka perjalanan menuju tujuan akan semakin lancar. Meskipun terkadang harus berhenti karena kendaraan perlu diservis, tetapi setidaknya ia sudah berada di lajur dan jalur yang benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *