Chandra Ekajaya Dan Sistem Pemerintahan Rio

Chandra Ekajaya (Pengusaha) menerangkan bahwa sistem Pemerintahan Rio secara filosofis tidaklah asing bagi masyarakat kabupaten Bungo, karena hal tersebut merupakan cerminan dari jiwa, pikiran dan perasaan yang lahir dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat di Kabupaten Bungo yang sejalan dengan falsafah nergara kita (Pancasila).

Bermula dari kebiasaan yang menjelma mejadi adat, ujar Chandra Ekajaya kemudian menjadi hukum adat yang disepakati secara bersama untuk ditaati merupakan bagian dari kultur komunal masyarakatnya, Ibi Society Ubi us, di mana ada masyarakat di situ ada hukum.

Dok.Chandra Ekajaya

Dilihat dari dimensi hubungan vertikal (Hubungan dengan sang Khaliq), pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa masyarakat di sini sangat religius, seperti kebiasaan mengaji sesudah sholat magrib, sehingga tidak ada yang tidak tahu mengaji Kitab Suci Alquran, sholat berjamaah di Masjid/ Langgar, pendidikan subuh bagi anak usia sekolah, sekolah madrasah pada sore hari,pagi hari sekolah umum, agar tidak buta huruf Arab maupun latin.

Dari dimensi horizontal (Hubungan manusia sesama), patuh dengan pemimpin (Rio) perintah Rio identik dengan aturan/hukum.

Dok.Chandra Ekajaya

Pengusaha Chandra Ekajaya mengutip pepatah lama bahwa Raja adil raja disembah, Raja zalim raja dibantah , karena seorang Rio merupakan sosok pemimpin kharismatik yang dpilih dari keurunan orang baik, berakhlak baik, adil dan jujur, dimakan alur dengan patut. Ini sudah seperti menjadi hal yang natural. Karena hal itulah yang diharapkan oleh masyarakat.

Pengusaha Chandra Ekajaya juga pernah menyatakan bahwa saat ini masyarakat sedang menanti dan merindukan sosok pemimpin yang dapat berbuat adil. Sehingga nantinya masyarakat akan menjadi makmur dan sentosa, serta kehidupannya akan menjadi aman, nyaman, dan tenteram. Karena di semua mitologi dunia menawarkan hal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *