Mengajari Anak Menulis

Proses Menulis

Setiap orang tua pasti ingin memiliki anak yang mempunyai kemampuan menulis. Sebab menurut mereka bila sang buah hati dapat menulis, maka pengetahuan anak akan lebih cepat bertambah dan berkembang. Harapan mereka supaya sang anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, dewasa, dan menjadi manusia berwatak santun dan mulia.

Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa setiap yang tertulis akan mengabadi, sedangkan yang terucap akan berlalu bersama angin. Jadi menurut pepatah kuno tersebut, menulis merupakan salah satu piranti untuk membentuk peradaban manusia. Entah peradaban perunggu, perak, atau bahkan emas yang dibentuknya, tetapi tulisan jelas memberikan pengaruh dan manfaat yang dahsyat.

Menulis
Dok. Istimewa

Tetapi yang dimaksud dengan menulis bukanlah sekadar menulis sembarangan. Menulis yang dimaksudkan adalah menulis tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi orang lain. Dalam artian tulisan tersebut dapat mengubah paradigma seseorang, sehingga dapat wacana dan pemahamannya masyarakat terbuka, dan dimungkinkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Itulah fungsi dan peran dari tulisan.

Tulisan yang bermanfaat adalah tulisan yang tidak hanya bermanfaat bagi penulisnya, tetapi berperan dalam perkembangan peradaban. Tetapi bila melihat kondisi sekarang ini, sepertinya pengertian menulis sudah mengalami dekadensi atau bahkan degradasi yang sangat drastis. Maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk membina pemuda, dan terutama anak-anak untuk menjadi penulis yang bermanfaat bagi masyarakat.

Apalagi kondisi di sekolah saat ini sangat tidak memungkinkan untuk memunculkan anak-anak yang suka menulis. Meskipun generasi muda saat ini sudah menerima banyak pelatihan dan pengajaran di sekolah, tetapi sangat susah untuk menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah keterampilan, keahlian, atau pun kebiasaan. Mereka justru lebih memilih untuk menonton hiburan seperti televisi, gadget, dan internet.

Secara ilmu bahasa, ada empat kompetensi yang berhubungan dengan ilmu tersebut, yakni membaca, berbicara, menyimak, dan menulis. Berbicara dan menyimak adalah kemampuan yang dilatih sejak masih bayi, bahkan untuk menyimak atau mendengarkan sudah dilatih sejak masih dalam kandungan. Sedangkan untuk menulis, anak-anak baru mengenal ilmu ini saat sudah sekolah.

Proses Menulis
Dok. Istimewa

Maka, seperti kemampuan berbicara, menulis pun harus dilalui dengan proses dan latihan yang tiada henti. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai peranan yang besar dalam perkembangan dan pertumbuhan kemampuan menulis anak. Sekolah juga bermanfaat, tetapi karena terbatasnya waktu maka mereka pun hanya mampu untuk memantapkan.

Orang tua perlu menjelaskan kepada anak-anak mengenai fungsi dan manfaat dari menulis. Bila mereka dapat menulis maka ide dan gagasan yang ada dalam pikiran mereka bisa diwujudkan dalam bentuk tulisan. Melalui kegiatan ini maka jumlah pengetahuan akan semakin bertambah. Akhirnya bila proses ini berhasil maka nantinya anak-anak akan merasakan manfaatnya dari sisi psikologi, sosial, kesehatan, dan ekonomi. Baca artikel menarik tentang pengusaha chandra ekajaya.

Niat Gigih Pengusaha Muda Es Pisang Ijo Ahmad Fauzi Pemuda Asli Malang

Es Pisang Ijo Ahmad Fauzi

Sukses merupakan pilihan hidup bagi orang yang mau berusaha. Kalimat itu yang membawa Ahmad Fauzi, pria berumur 27 tahun yang sukses menjalankan beberapa bisnis sekaligus. la membuka bengkel jok, bengkel knalpot, menjual es pisang ijo. Kerja keras dan terus menciptakan inovasi dalam berbisnis membuat seorang anak daerah dari Malang bernama Ahmad Fauzi sukses menaklukkan persaingan bisnis yang sangat ketat di Malang. Saat ini,  ia telah memiliki bengkel jok mobil yang sudah dikenal luas kualitas dan inovasinya. Namanya Safety Seat (SS) di Malang, Jawa Timur.

Dalam sebulan, Ahmad Fauzi mengaku bisa mengantongi omzet dari pesanan jok mobil antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Ia sering mengikuti pameran-pameran mobil dengan memamerkan kreasi jok mobil nyeleneh. “Saya pernah membungkus satu badan luar mobil Inova baru dengan jok kulit buatan sendiri,” kenangnya. Di samping itu, Ahmad Fauzi memiliki bengkel knalpot dan AC yang bersebelahan dengan lokasi bengkel SS. Tidak hanya itu, sejak dua tahun silam, ia menjajal peruntungan dengan menjual es pisang ijo yang kala itu menjadi tren. Ia menamakan es pisang ijonya dengan merek Es Ger. Dari enam gerai miliknya, Ahmad Fauzi mengaku bisa menjual hingga 4.000 potong pisang goreng per gerai setiap akhir pekan. Pada hari biasa, rata-rata penjualannya 2.000 pisang.

Untuk bisa menghemat ongkos produksi es pisang ijonya, Ahmad Fauzi mencoba menciptakan alat pembuat es pisang ijo otomatis yang membuat proses pembuatannya lebih cepat. Alat bikinannya ini memiliki mekanisme yang sederhana sehingga tidak memerlukan listrik yang besar. “Dengan menggunakan alat pembuat es pisang ijo ini, kami bisa mengefisiensikan waktu dan mengurangi tenaga yang tidak maksimal,” ujarnya.

Pencapaiannya itu tidak begitu saja dia dapatkan dalam sekejap mata. Ia bahkan tidak menyangka bisa sesukses sekarang. “Semua ini anugerah dan kehendak Tuhan sehingga saya bisa sesukses seperti saat ini,” ujarnya merendah. Padahal, pada tahun 2000-an, Ahmad Fauzi belum menjadi apa-apa. Ia bahkan tidak sempat menyelesaikan kuliahnya di Malang lantaran harus segera menghasilkan uang agar bisa melanjutkan hidup secara mandiri. la sempat menjadi pemulung di daerahnya,  sementara belum memiliki pekerjaan tetap. “Saya sering tidur di emperan-emperan toko karena tidak memiliki tempat tinggal tetap,” kenangnya.

Es Pisang Ijo Ahmad Fauzi

Kala itu, untuk mencari pekerjaan lebih layak, selain menjadi pemulung, Ahmad Fauzi juga nyambi menjadi tenaga penjual (salesman) alat-alat rumah tangga. “Saya menjalani pekerjaan tersebut sebaik-baiknya walaupun sebagai tukang jualan alat rumah tangga dari rumah ke rumah sering mendapat penolakan,” kenangnya. Melakoni profesi sebagai tenaga penjual alias salesman alat-alat rumah tangga, Ahmad Fauzi sempat menjadi supervisor. la mulai menabung hasil jerih payahnya. Malang tak bisa ditolak, perusahaan tempat ia bekerja bangkrut. Ahmad Fauzi harus mencari tempat kerja lain agar bisa bertahan hidup.

Tuhan memberi jalan. Dari koneksi sang kakak, Ahmad Fauzi mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan jasa pembebasan tanah. “Saya waktu itu sempat membebaskan tanah di Bali dan Lombok,” ujarnya. Perlahan tapi pasti, tabungan Ahmad Fauzi mulai terkumpul. Tabungan ini kemudian ia jadikan modal membuka bengkel knalpot dan mesin penyejuk udara alias air conditioner (AC). “Waktu itu, abang Saya juga sudah lebih dulu membuka bengkel yang sama, tidak jauh dari bengkel saya. Lalu, kami patungan mendirikan bengkel, saya ditugasi untuk mengelolanya,” ujar Ahmad Fauzi.

Awalnya bisnis ini tak gampang. Ahmad Fauzi sempat putus asa, sebab ternyata peminat bengkelnya sangat sedikit. Sepi dan terus merugi. Saking frustrasi, sempat terbersit menjual tanah tempat bengkelnya berdiri. Untung langkah ini urung lantaran penawaran harganya sangat rendah. “Mungkin sudah takdir saya tidak boleh menjual bengkel itu,” ujar Ahmad Fauzi. Tawaran lain datang. Tak seberapa lama, ada seseorang yang ingin bekerjasama membuka usaha jok mobil. Ahmad Fauzi diminta menyediakan tempat dan mencari pesanan, sang rekan mengerjakan pesanan jok mobil. Tapi, lagi-lagi, rencana ini tidak berjalan lancar. Sebab, mitranya selalu mangkir dari tenggat penyelesaian pesanan.

Ahmad Fauzi lantas memutuskan kerjasama. Tapi, satu dari tiga pegawainya menyarankan terus menjalankan bisnis jok ini. Awalnya, ia sempat ragu, sebab ia tidak mengerti sama sekali bisnis jok mobil dan otomotif. Untunglah, sang pegawai yang sudah piawai mau membantu. Ahmad Fauzi mencoba menginvestasikan uangnya dengan membeli bahan-bahan jok. la memberi nama usahanya dengan sebutan SS (Safety Seat) pada tahun 2003. Tapi, usahanya tetap saja sepi. Ahmad Fauzi belum menyerah. la lalu berusaha mengamati dan mempelajari bagaimana menjalankan usaha jok mobil di tempat lain yang lebih ramai peminat. Selain itu, ia rajin mempelajari teknik pemasangan jok dari media massa. Berbekal ilmu yang didapat, Ahmad Fauzi lalu menerapkannya. la memasang strategi lain yaitu beriklan dengan janji kualitas bagus dan harga miring.

Ternyata, dengan memberi diskon dan gebrakan saat membuka bengkel jok, SS mulai dikenal orang dan lama kelamaan banyak orang yang datang mengganti jok. “Saya sempat banting harga jok mobil sedan menjadi Rp 1 juta. Padahal, di bengkel lain, saat itu harganya Rp 1,6 juta,” kenang Ahmad Fauzi. Tidak hanya itu, Ahmad Fauzi juga membuat terobosan dalam berpromosi, yaitu dengan membungkus body mobil dengan kain jok. Setelah itu, ia menambah bola besar dari kulit jok di badan mobil. Tuiuannya, mencuri perhatian masyarakat terhadap merek SS. Hasilnya, masyarakat benar-benar tertarik dan memutuskan mengganti jok di SS.

Namun, kesuksesan bisnis bengkel jok SS tidak lantas membuat Ahmad Fauzi berpuas diri. Pada tahun 2005, bisnis es pisang ijo tiba-tiba populer di Malang. Jiwa bisnis Ahmad Fauzi mendorongnya menjajal peruntungan di bisnis ini juga. Pada awal 2006, Wildan mulai membuat es pisang ijo premium dengan merek Es Ger. Kebetulan, ia pernah berjualan pisang goreng sejenis itu di kampusnya, meskipun mandek dan gagal. Nah, agar tidak gagal lagi, sebelum membuat Es Ger, Ahmad Fauzi sempat mengantre membeli es pisang ijo yang sudah lebih dulu populer. “Tapi, saya khawatir usaha ini akan cepat mati. Sebab, mereka sangat terbuka soal resepnya sehingga sangat mudah ditiru orang,” ujar Ahmad Fauzi.

Faktanya, banyak sekali es pisang ijo sejenis bermunculan. Makanya, Ahmad Fauzi akhirnya membuat resep rahasia dengan pemilihan pisang dari Malang. “Sampai sekarang, karyawan saya tidak pernah tahu resep pembuatan es pisang ijo saya tersebut,” kata Ahmad Fauzi. Ahmad Fauzi  mengaku, kegigihannya dalam menjalankan bisnisnya lahir dari perjalanan hidup sejak kecil. Waktu itu, Ahmad Fauzi harus membantu perekonomian keluarga dengan berdagang teh kotak dan tisu dari bus ke bus saat masih bersekolah di Lampung. Bahkan, ia sempat berjualan bakwan dan es. “Dari sana, saya tahu bahwa manusia harus berusaha jika ingin berhasil,” ujamya.

Saat ini, Ahmad Fauzi bisa membawahi ratusan pekerja di bengkel maupun gerai Es Ger. Kedepan, ia bercita-cita menciptakan makanan murah meriah tapi memiliki keunikan yang bisa menjadi tren di Malang. “Masih saya pikirkan jenis makanan apa. Yang jelas, saya akan menjaga bisnis saya terus berjalan,” ujarnya.

Yohanes Eka Jaya Chandra Suka Pijat

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Suka pijat  merupakan salah satu usaha yang didirikan oleh Yohanes Eka Jaya Chandra dalam urusan bisnis yang terkait dengan kesehatan. Sebelumnya Yohanes Eka Jaya Chandra memiliki banyak usaha yang bergelut di bidang kuliner dan jasa, kali ini Yohanes Eka Jaya Chandra menggeluti usaha yang terkait dengan bidang kesehatan seperti pijat keluarga suka pijat.

Suka pijat merupakan tempat pijat untuk melepaskan lelah dan bisa membuat badan anda fresh kembali. Ini tentu merupakan sesuatu yang bisa kita lihat bahwa Yohanes Eka Jaya Chandra selalu jeli dalam mencar alternatif usaha. Dia akan membuat banyak usaha yang sekiranya bisa dipecahkan menjadi beberapa macam usaha sehingga satu usaha dengan yang lain akan tetap sama.

Dok.Yohanes Eka Jaya Chandra

Ada banyak kemungkinan yang terjadi saat seorang membuat usaha baru sehingga perlu adanya sandaran yang kita ketahui bahwa setiap usaha pasti akanada masa untuk naik turunya omset, dan itu yang dihindari oleh Yohanes Eka Jaya Chandra bahwa yang akan dilakukan adalah mengurangi penurunan omset, jadi akan da posisi usaha lain menutup usaha yang sedang menurun sehingga resiko untuk bankrupt sangatlah sedikit.

Suka pijat merupakan nama daripada tempat pijat Yohanes Eka Jaya Chandra yang diusung sejak tahun lalu, dimulai dari pijat pegal sampai pijat kesehatan. Bisnis ini sungguh sangat meyakinkan dengan omset yang lumayan besar ini akan menunjang Yohanes Eka Jaya Chandra dalam mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Pijat merupakan sebuah kebutuhan terutama saat orang disekitar anda merasa bahwa ia butuh pemijatan yang memuaskan, suka pijat adalah jawaban yang sangat tepat. Suka pijat menjadi alternative yang anda cari. Suka pijat merupakan solusi dari pada Yohanes Eka Jaya Chandra untuk memberikan pelayanan terbaiknya.

Yohanes Eka Jaya Chandra pasti juga akan memberikan pelayanan terbaik untuk orang yang menjadi pelangganya. Suka pijat juga menyediakan pijat panggilan, anda bisa tenang dirumah anda dengan pemijat yang memiliki skil yang dirasa cukup untuk mengobati kelelahan anda.

Yohanes Chandra Ekajaya Mulai dari Remaja Miskin Menjadi Pengusaha Muda Sukses

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya dulunya sama sekali tidak pernah terpikirkan memiliki niatan untuk menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur 30 tahun yang lalu ini, sekarang masuk menjadi salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia. Masa remaja mungkin selalu identik dengan kesenangan dan foya-foya, apalagi jika menjadi anak dari orang yang bergelimang harta dan kaya raya. Terkadang mereka tidak mengenal yang namanya kerja keras dan perjuangan, mungkin karena semua kebutuhan serta keinginan yang mereka inginkan selalu tercapai.

Namun mungkin anggapan seperti ini bagi Yohanes Chandra Ekajaya hanyalah mimpi di siang bolong. Yohanes Chandra Ekajaya justru menghabiskan masa remajanya dengan kerja keras bekerja membantu perekonomian keluarga, karena dirinya merupakan anak dari keluarga miskin dan pas-pasan. Namun berkat kerja keras selama itu dirinya sekarang merupakan salah satu pengusaha muda sukses di Indonesia.

“Saya memang bukan anak dari golongan orang-orang kaya dan mapan. Tapi saya tidak akan menyerah dengan keadaan seperti ini, tekad saya terus bekerja keras dan berusaha untuk merubah keadaan kedepanya” ujar Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya mengungkapkan bahwa yang dirinya lakukan semua demi keluarga dan orang tua. Sosok orang tua yang bagi dirinya tak kenal lelah dan pantang menyerah agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan layak serta menghidupi kehidupan sehari hari membuat dirinya bertekad untuk membahagiakan mereka.

Berawal dari pengalaman hidupnya yang sudah mencoba berbagai macam usaha mulai dari berjualan baju, berjualan makanan bahkan menjadi pelayan café membuat Yohanes Chandra Ekajaya sudah memilki pengalaman dan mengerti seluk beluk dunia bisnis. Bisnis pertamanya adalah makanan Ayam Geprek Mak Nyos. Sekitar 2 tahun Yohanes Chandra Ekajaya mengembangkan bisnis Ayam Geprek nya ini. Mulai dari berbagai macam hambatan dan rintangan sudah dirinya lewati dan jalani. Sampai akhirnya sekarang bisnis Ayam Geprek nya ini berkembang pesat. Yohanes Chandra Ekajaya saat ini Ayam Geprek nya sudah memiliki hampir 40 cabang yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Bahkan setiap bulanya saja dirinya mampu meraup untung lebih dari Rp 40 juta dari bisnis Ayam Gepreknya ini.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Tidak mau cepat berpuas diri, Yohanes Chandra Ekjajaya kemudian kembali membuka bisnis keduanya yaitu bisnis fashion. Potensi pasar ini coba di manfaatkan oleh dirinya, hal ini dilihat dari permintaan pasar yang begitu besar akan pasar fashion di Indonesia. Brand yang dipilih adalah You and Me fashion. You and Me fashion sendiri menjual mulai dari baju, celana, tas, sepatu bahkan sampai accesoris. Target pasarnya pun menyasar laki-laki dan perempuan, hal ini salah satu yang menyebabkan bisnis fashion nya ini berkembang dengan pesat. Saat ini sendiri, bisnis You and Me fashion sudah memiliki outlet si 10 kota besar di Indonesia. Bukan hanya dijual secara offline saja, namun memanfaatkan perkembangan teknologi, Yohanes Chandra Ekajaya mencoba memasarkan produknya melalui media online/sosial media dan juga membuat web store. Pendapatan yang di raup oleh dirinya setiap bulanya dari bisnis ini mencapai Rp 100 juta bahkan terkadang jika ramai bisa lebih.

Bahkan pada tahun 2015 Yohanes Chandra Ekajaya dalam satu tahun bisa meraup untung lebih dari Rp 1 M jika diakumulasikan dari kedua bisnis tersebut. Keuntungan yang sangat fantastis.

Dok. Yohanes Chandra Ekajaya

Terlebih akhir-akhir ini Yohanes Chandra Ekajaya kembali membuka bisnis barunya yaitu PT Chandra Ekajaya group yang bergerak dalam bidang jasa ekpedisi dan juga property. Bisnisnya ini merupakan bisnis bersama teman-temanya.

Saat ini Yohanes Chandra Ekajaya masuk dalam deretan pengusaha muda sukses Indonesia yang berpengaruh. Hal yang ingin selalu Yohanes Chandra Ekajaya lakukan saat ini dan kedepanya adalah ingin sekali mecetak dan menularkan pengetahuanya akan membangun dan mengembangkan bisnis kepada generasi pebisnis muda Indonesia agar sukses.

Yohanes Chandra  Pebisnis Fashion  yang Tahan Banting

Fashion Hantarkan Kesuksesan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Sukses Dibidang Fashion

Setiap menjalani sebuah bisnis tentu terdapat rintangan sebagai bentuk penempaan mental untuk melangkah pada bisnis selanjutnya. Hal tersebut seperti yang dialami oleh pebisnis sukses satu ini. Dialah Yohanes Chandra Eka, pemilik label fashion You And Me. Lahir dan tumbuh dari sebuah keluarga yang berkecukupan, segala kebutuhan dipenuhi oleh ayahnya, bahkan Yohanes Chandra Eka dibelikan mobil saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Namun, nasib pun berkata lain, ketika ayahnya yang merupakan seorang pebisnis bangkrut di tahun 2008. Ia pun kemudian tinggal dengan seorang pamannya, seorang pebisnis apel di daerah Malang, Jawa Timur.

Fashion Hantarkan Kesuksesan Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya

Meski Yohanes Chandra Ekajaya hanya mampu menyabet ijazah SMA, hal tersebut dikarenakan ia ingin fokus melakoni kegiatan bisnisnya. Akhirnya, ia pun berjualan aneka makanan ringan yang ia distribusikan lewat beberapa warung-warung, kafe, kantin kampus, dan sebagainya. Namun, usahanya pun berhenti karena ia harus tertipu oleh rekan bisnisnya. Ia pun kemudian berinisiatif untuk membuka sebuah outlet fashion.  Dengan anggaran yang pas-pasan akhirnya ia pun membuka sebuah outlet yang menawarkan aneka jenis sandang dan aksesoris untuk melengkapi kebutuhan para kaum hawa. Nama produknya pun kemudian diberi label You And Me. Beberapa terobosan pun ia lakukan dengan menciptakan beraneka desain berkonsep tradisional. Ia pun juga mengaku bahwa terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas produknya dan tentu saja dengan harga yang terjangkau.

Saat ini Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai pebisnis sukses, dimana saat ini ia memiliki 30 lebih outlet yang tersebar di berbagai daerah.  Ia pun kemudian mendapatkan omzet ratusan juta rupiah dalam sebulan. Namun, naluri bisnisnya pun terus berkembang, dimana Yohanes Chandra Ekajaya merilis beberapa produk yang terus diperbarui per empat bulan sekali. Selain itu, Yohanes Chandra Ekajaya mematenkan label You And Me dengan menggelar stand dan kampanye pemasaran bersama para mitra bisnisnya. Kini, You And Me telah memiliki omzet hingga milliaran rupiah dalam satu semester.

Yohanes Chandra Ekajaya Mandiri

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko sukses

 

kemandirian pengusaha yohanes chandra ekajaya

Saat ini musisi yang terkenal dengan lagu Patah Hati ini menunjukkan kemandiriannya. Yohanes Chandra Ekajaya adalah seorang musisi yang sangat bertalenta. Di usianya yang ke-23 ini ia bisa mencukupi segala kebutuhan hidupnya sendiri. Hal ini bisa dibuktikan dengan mudah. Kini ia sudah tidak tinggal bersama lagi dengan orang tuanya.

Yohanes Chandra Ekajaya kini lebih memilih untuk tinggal di rumah yang dibelinya sendiri. Saat masih berusia 16 tahun ia sudah bercita-cita untuk mempunyai rumah sendiri. Dari penghasilannya sebagai musisi, ia pun membuka sebuah usaha. Keuntungan yang didapatkan dari usaha tersebut bisa digunakan untuk membeli sebuah rumah. Sehingga jadilah ia membeli rumah dengan uang yang berasal dari darah dan keringatnya sendiri.

Bagi musisis sekaligus pengusaha ini, mandiri itu adalah secara finansial sudah tidak bergantung kepada orang tua. Tetapi Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa untuk urusan adat, moral, etika, dan sebagainya, anak tetaplah seorang anak. Ia tidak bisa lepas dari bimbingan orang tua.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko sukses

Sebagai seorang musisi tentu saja Yohanes Chandra Ekajaya lebih senang menyendiri. Karena itu sangat merasa nyaman tinggal di rumah barunya. Tetapi ini bukan berarti ia tidak sayang atau pun cinta kepada orang tuanya. Melainkan ingin belajar manajemen dan mengelola keuangan secara mandiri. Sehingga ia pun harus menahan hasrat masa mudanya untuk bersenang-senang.

Kedua orang tua Yohanes Chandra Ekajaya pun mengaku sangat bangga dengan keberhasilan yang diraih olehnya. Mereka bahkan tidak menyangka, karena musisi terkenal ini memang tidak pernah membicarakan bisnis kepada kedua orang tuanya. Tetapi tiba-tiba saja langsung membeli rumah yang mempunyai nilai sebesar 3 miliar rupiah.

Meskipun sudah tinggal di rumah sendiri, Yohanes Chandra Ekajaya tetap menyempatkan waktu untuk berkunjung ke rumah orang tuanya setiap minggu. Jika memang tidak memungkinkan, setidaknya ia akan mengunjungi mereka sekali dalam sebulan. Untuk masalah bisnis pun musisi terkenal ini hendak membuat sebuah record label yang bernama Yorchan label supaya dapat mencari bibit-bibit musisi yang hebat.