Zaman Edan Menurut Yohanes Chandra Ekajaya

Bagi orang Jawa, zaman edan bukanlah hal yang asing lagi. Entah mengapa hampir setiap orang Jawa pasti mempunyai ingatan kolektif tentang istilah zaman edan. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya hal ini bukanlah suatu kebetulan. Sebab tidak mungkin ada 90 persen orang Jawa yang mempunyai ingatan kolektif yang sama.

Dunia sastra Jawa sudah mengenal istilah zaman edan semenjak diperkenalkan oleh pujangga terakhir yaitu Ranggawarsita. Maka menurut Yohanes Chandra Ekajaya sangat aneh bagi orang Jawa yang tidak mengenal pujangga tersohor tersebut tetapi mengenal istilah zaman edan. Tetapi karena mencoba untuk rasional dan empiris, ia pun melakukan penelitian terkait hal tersebut.

W.S. Rendra. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa penyair modern tersebut merupakan salah satu penyair yang aktif menggemakan istilah zaman edan ke khalayak zaman ini. Maka banyak orang, terutama di lingkungan akademis mengenal istilah tersebut, dan bahkan membuat kajian-kajian khusus di topik tersebut. Topik ini sudah menghasilkan banyak sarjana.

Selain ada tokoh yang bernama Soekarno. Ia adalah presiden pertama Republik Indonesia. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya, sebelum negara ini merdeka, Bung Karno kerap mengutip syair dari Ranggawarsita terutama yang berkaitan dengan zaman edan untuk membakar semangat dan menyalakan optimisme rakyat di seluruh penjuru negeri. Hal ini berhasil dan membuat negara ini merdeka.

Yohanes Chandra Ekajaya kemudian membuat sebuah hipotesis bahwa istilah zaman edan ini mengabadi selama masa yang ditentukan. Bahkan ia berpendapat bahwa mungkin saja istilah zaman edan sudah ada dan diperkenalkan sebelum era Ranggwarsita. Hipotesa tersebut jatuh kepada karya sastra yang lebih melegenda, yaitu jangka Jayabaya.

Jangka Jayabaya lebih dahulu mengenalkan tentang konsepsi pembagian zaman. Tetapi pada pembagian zaman milik Jayabaya tidak dikenal zaman edan. Zaman itu didefinisikan dengan zaman kalabendu. Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa pada inti dan substansi, kedua jenis zaman tersebut merupakan hal yang sama. Perbedaannya pada efek dan jangkauan. Keterkaitannya jelas, entah irisan atau pun merupakan bagian, itulah yang sedang diselidiki olehnya.

Yohanes Chandra Ekajaya Berbagi Ilmu Membuat Ubi Ungu Jadi Keripik

Yohanes Chandra Ekajaya memilik makanan andalan sebagai cemilan santainya dirumah sambil santai dan menikmati secangkir kopi. Tak jauh-jauh dari menu keripik, kali ini cemilan andalanya itu adalah keripiki ubi ungu. Selain tampilan warnanya yang menarik, ternyata ubi ungu juga kaya akan kandungan karbohidrat.

Yohanes Chandra Ekajaya

Berbahan dasar ubi jalar ungu, Jenis ubi ini sendiri sebenarnya juga bervariasi dan salah satunya adalah yang berwarna ungu, sehingga masyarakat Indonesia lebih sering mengenalnya sebagai Ubi Ungu. Ubi jenis ini juga sering dijadikan sebagai bahan untuk membuat kue baik yang kering maupun yang basah, karena mungkin selain rasanya yang manis juga memiliki warna ungu alami yang lebih menarik jika dibanding ubi jalar jenis lain.

 

Sebenarnya sudah banyak yang memproduksi olahan keripik ubi ungu ini. Sudah banyak tempat-tempat penjual makanan dan cemilan yang menjual olahan ini. Namun tak ada salahnya jika kita mengetahui bagaimana cara membuatnya dan bahan apa saja yang dibutuhkan dalam proses pembuatanya. Kali ini Yohanes Chandra Ekajaya akan membantu kita mengetahuinya.

 

Bahan-bahan yang harus disiapkan saat  antara lain :

 

  • 1 kg ubi ungu yang masih segar
  • 200 gr gula pasir
  • 2 semdok makan air kapur sirih
  • air bersih secukupnya
  • minyak untuk menggoreng secukupnya

 

Ketika semua bahan sudah disiapkan makan masuk kedalam proses pembuatan, berikut ini adalah cara pembuatanya :

 

  • Kupas kulit ubi ungu lalu dicuci dengan air sampai bersih
  • Iris tipis-tipis ubi ungu dengan pisau yang tajam atau menggunakan alat pemotong supaya hasilnya sama
  • Campurkan air kapur sirih dengan air yang besih
  • Rendam ubi ungu yang sudah diiris tipis kedalam air kapur sirih selama 1-2 jam, angkat tiriskan
  • Jemur dibawah terik matahari sampai benar-benar kering
  • Larutkan gula pasir dengan air secukupnya lalu masukkan ubi yang sudah dijemur kedalam larutan gula
  • Panaskan minyak lalu goreng ubi sedikit demi sedikit sampai matang dan kering, angkat tiriskan dan diamkan sampai dingin
  • Masukkan keripik ubi kedalam toples dan siap untuk dinikmati

 

Itulah cara dan bahan menurut Yohanes Chandra Ekajaya yang digunakan dalam proses pembuatan ubi ungu menjadi keripik. Jangan sesekali menggunakan bahan pengawet Karen tidak baik bagi kesehatan tubuh. Selamat mencoba dan mudah-mudahan hasilnya enak dan lezat.

Yohanes Chandra Ekajaya Berburu Kuliner Pempek Khas Palembang

Yohanes Chandra Ekajaya Belajar Bisnis Pempek

 

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko cicipi pempek palembang enak

Siapa yang tak doyan makanan yang satu ini,pempek namanya. Makanan khas kota Palembang ini memang sudah sangat terkenal di Indonesia maupun mancanegara. Pempek sendiri terbuat dari adonan tepung yang dicampur dengan bumbu resep gilingan ikan.

Informasi yang Yohanes Chandra Ekajaya dapatkan saat mencicipi pempek ini, bahawa gilingan ikan yang digunakan untuk proses pencampuran adonan sendiri berasal dari ikan tenggiri, ikan tenggir dirasa memkiliki ciri khas tekstur dan bau yang khas sehingga cocok menjadi campuran adonan pempek. Tak lengkap menikmati pempek tanpa kuahnya, inilah yang semakin menambah kenikmatan menyantap pempek, kuah kental berpadu dengan rasa cuka menyatu di dalam lidah.

Ketika Yohanes Chandra Ekajaya berada di kota Palembang, tak lupa dia berburu makanan khas ini. Ada beberapa lokasi yang dia datangi untuk mencicipi pempek.

Yohanes Chandra Ekajaya Belajar Bisnis Pempek

Ada 5 lokasi tempat yang menjadi rekomendasi untuk mencicipi pempek di kota Palembang.

Pempek Pak Raden

Nah, ini pempek paling enak di Palembang. Terletak di Jl. Brigjen Dani Effendy (Radial) No 80-82. Selain pempeknya yang enak banget, kamu bisa cobain tekwannya yang sama lezatnya.

Pempek Candy

Bisa dibilang, ini pempek paling terkenal di Kota Palembang! Lokasi pempek Candy yang bisa kamu jangkau dengan mudah terletak di simpang Polda, dekat jembatan layang. Ada beberapa cabang pempek Candy ini antara lain, di Jal Jend Sudirman no 21, Jl Kapt. A Rivai 260 dan Jl. R. Sukamto 53.

Pempek Vico

Pempek Vico terletak di depan PIM (Palembang Indah Mall), Jl. Letkol Iskandar. Rasa pempek ini sangat lezat, apalagi kalau kamu menyukai bumbu pempek yang rasanya pedas, wah, ini cocok sekali! Tambahin ebi dan tutup dengan dessert es kacang.

Pempek Saga

Ini dia pempek yang udah ada sjeak dulu dan menjadi trademark pempek di Palembang. Terletak di Jalan Merdeka, kamu bisa mencicipi pempek panggangnya yang lezat banget. Wah, dijamin nih, kamu bakal suka banget sama pempek satu ini.

Pempek Lincey

Kalau pengen mencari pempek yang baru di Palembang, cobain deh pempek Lince. Berdiri di November 2010, pempek ini nggak pernah sepi. Soalnya, rasa ikan di dalam pempeknya begitu terasa. Kamu bisa coba pempek pipi atau Kulit Crispy.

Nah banyak buka referensi untuk mencicipi Pempek dari Yohanes Chandra Ekajaya, yang pastinya kelima tempat tersebut merupakan tempat yang sangat direkomendasikan. Dari segi rasa pasti bakalan nagih saat mencicipinya.

Yohanes Chandra Ekajaya Berbagi Resep Mebuat Olahan Sambal Goreng Kentang

pengusaha kuliner yohanes chandra ekajaya berbagi resep sambal goreng

sambal goreng J Chandra Ekajaya & J Wijanarko enak

Menu sambal goreng kentang merupakan masakan yang banyak digemarioleh masyarakat Indonesia.. Tak jarang pula menu ini kita sajikan sebagai pelengkap makanan sederhana sehari-hari. Dari berbagai macam-macam sambal goreng, sambal goreng kentang ini cocok disajikan sebagai makanan pelengkap.

Sambal Goreng kentang sendiri selain sebagai menu pendamping sehari-hari, sambal goreng kentang ini juhga sering menjadi menu pendamping dalam acara-acara seperti pernikahan, sunatan atau hajatan lainya. Rasa nya yang pedas manis dan gurih sangat cocok di lidah masyarakat Indonesia. Nah kali ini bagi anda yang baru pertama kali membuat olahan sambal goreng kentang ini, Yohanes Chandra Ekajaya akan berbagi resep untuk membuat nya. Mari kita simak bersama.

Awalnay adalah bahan-bahan disiapkan terlebih dahulu, bahan-bahan yang harus disiapkan.

  • ½ kg kentang, kupas kulitnya lalu potong-potong dadu, cuci dan tiriskan
  • 1 papan petai, buang kulit dan belah dua
  • 2 cm lengkuas, digeprek
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun salam
  • 1 batang serai, digeprek
  • 2 sdm air asam jawa
  • 1 sdm gula merah
  • 200 ml santan
  • minyak goreng secukupnya untuk menggoreng dan menumis

Bahan yang harus dihaluskan terlebih dahulu.

  • 7 buah cabe merah
  • 6 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah tomat
  • 1 cm jahe
  • 4 butir kemiri
  • ½ sdt garam atau secukupnya
  • ½ sdt kaldu bubuk rasa ayam atau sesuai selera

pengusaha kuliner yohanes chandra ekajaya berbagi resep sambal goreng

Ketika semua bahan sudah disiapkan dan sudah dihaluskan, saatnya masuk ke proses pembuatanya.

  • Panaskan minyak lalu goreng kentang sampai kuning kecokelatan, angkat dan tiriskan.
  • Tumis bawang merah sampai harum, tambahkan irisan cabe merah, dibolak-balik hingga cabe terlihat layu.
  • Masukkan bumbu yang telah dihaluskan tumis sebentar dan masukkan daun salam, lengkuas, daun jeruk dan serai, aduk sebentar hingga harum.
  • Tuangkan santan sedikit dan aduk rata, biarkan sampai santan berkurang dan tampak berminyak, tambahkan lagi sisa santannya, didihkan.
  • Masukkan hati sapi, aduk lagi dan tunggu sebentar lalu tambahkan kentang goreng dengan petai, Cicipi.. Biarkan hingga santan menyusut dan mengeluarkan minyak.. Angkat
  • Sambal goreng kentang kini sudah siap untuk dihidangkan, lebih pas bila ditaburi bawang goreng

Nah mudah dan simple bukan cara membuatnya, bagi yang mau mencoba di rumah pastikan semua bahan dicuci terlebih dahulu agar bersih. Nantikan  Selanjutnya resep makanan Yohanes Chandra Ekajaya, selamat mencoba.