Laron Serangga Mungil Yang Kaya Protein

Peyek Laron

Laron merupakan hewan kecil bersayap yang senang dengan cahaya lampu ini pasti sudah tak asing lagi bagi semua orang. Tiap musim penghujan tiba serangga kecil satu ini pasti banyak muncul dan kadang membuat sebuah fenomena unik yang menyebabkan sayap lebutnya berserakan di tanah setelah matahari muncul tinggi ke permukaan. Tak banyak yang tahu ternyata serangga kecil satu ini bisa diolah menjadi sebuah camilan yang enak dan beberapa daerah di Negara ini juga sduah menerapkan itu sejak zaman dahulu.

Di Yogyakarta misalnya, laron menjadi santapan yang lezat dan bergizi tinggi karena kandungan proteinnya tinggi. Laron ini bisa dimasak menjadi berbagai macam olahan makanan, seperti telur dadar yang dicampur dengan laron, rempeyek laron. Laron pun bisa dinikmati hanya dengan digoreng biasa. Ada pula orang yang membikin laron menjadi botok laron. Dimana bahan untuk membikin botok itu cukup sederhana dan mudah didapatkan di pasar-pasar atau di warung-warung.

Botok Laron

Dian Mandasari yang merupakan seorang wanita berparas manis ini merupakan salah seorang yang bisa dikatakan sukses di usia muda nya dengan berbisnis camilan unik dan juga menggelitik ini. Dian yang sekarang berdomisili di Malang, Jawa Timur ini membuat sebuah bisnis kuliner unik dengan bahan baku laron sebagai bahan utamanya. Dian memproduksi peyek dan juga botoklaron yang merupakan makanan yang berasal dari tanah kelahirannya Yogyakarta.

Untuk membuat botok cukup dengan campuran gula merah yang sudah disisir, garam, kelapa muda yang sudah di parut, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan kencur, bisa juga ditambah dengan petai jika suka. Bumbu tersebut dicampur dengan larontadi kemudian dibungkus lalu di kukus hingga matang. Botok ini akan menjadi lauk yang nikmat.

Ide nya membuat botoklaron ini karena memang jiwa usahanya yang selalu bergejolak sejak ia kuliah dulu. Suaminya yang merupakan seorang pegawai koperasi yang ternama di Malang milik pengusaha Chandra Ekajaya ini mendukung secara penuh usaha yang dirintis Dian ini. Dian merasa jenuh ketika harus berdiam diri di dalam rumah mengurus rumah saja.

Saat ini ia menjalankan bisnis olahan laronnya ini di rumah dengan dibantu oleh suaminya yang merupakan tangan kanan Chandra Ekajaya ini. Selain itu ia juga memasarkan hasil olahannya ini lewat beberapa media sosial yang membuatnya populer di Malang karena kuliner unik yang masuk kategori ekstrim ini.

Mama Jangan Gitu Dong (Bagian 1)

Mama Jangan Gitu Dong (Bagian 1)

Namaku Chandra Ekajaya, aku adalah seorang pengusaha yang sukses. Banyak orang yang memanggilku pengusaha muda. Orang-orang sering menyanjungku karena melihat diriku yang sekarang, yaitu sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Banyak masyarakat yang aku bantu karena aku ingin diperhatikan. Sebab, mereka tidak tahu bahwa masa kecilku sangatlah menyedihkan. Kejadian ini bermula saat aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Pada waktu itu aku bersekolah di sekitaran ibu kota. Statusku sebagai anak pindahan yang berasal dari Malang, Jawa Timur kerap mendapat cemoohan. Tetapi dari beberapa teman sekelasnya ada tiga orang yang mau jadi temannya, bukan karena tulus, tetapi karena aku mempunyai uang yang berlebih bila dibandingkan teman-teman sekelas. Mereka adalah Yohanes, Rahmad, dan Udin. Sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan mereka bertiga, tetapi karena saat ini hanya mereka bertiga yang mau berteman denganku, maka aku pun pergi bersama mereka. Sering kali mereka memaksaku untuk mengundang mereka ke rumahku.

Mama Jangan Gitu Dong (Bagian 1) 2

Aku yang saat ini menjadi pengusaha pernah mengalami masa lalu yang suram. Saat ketiga temanku memaksaku untuk mengundang mereka, di sinilah awal mula kesuraman itu dimulai. Dunia hitam, setan, dan iblis seakan mengutuk diriku. Pada titik inilah mereka bertemu dengan mamaku. Perlu kalian tahu, mamaku masih berusia sangat muda. Menurut cerita dari kakek dan nenek, mama memang menikah dengan papa saat usianya masih muda. Maka wajar saja jika ia masih cantik dan seksi. Jujur saja, aku, Chandra Ekajaya, jika tidak menjadi anaknya, pasti akan terpesona dan terangsang bila melihat mamaku. Tubuhnya sangat bagus, mulus, dan halus. Kulitnya putih dan sangat cantik. Berbeda sekali denganku, pengusaha Chandra Ekajaya. Menurut orang-orang aku lebih mirip dengan papa. Mamaku kulitnya masih kencang, badannya tinggi, payudara dan pantatnya sungguh membuat para lelaki mabuk kepayang. Apalagi kalau berada di rumah ia selalu mengenakan pakaian yang ketat dan mini. Aku tidak terima jika ketiga teman sekolahku yang dekil ini melihat mamaku memakai baju seksi yang super ketat.

Usaha Spa Meningkat Pesat

Usaha-Spa-Meningkat-Pesat-2

Banyak sekali jenis usaha yang bisa dilakukan dan berkembang di era milenial seperti sekarang ini. Salah satu bisnis yang menarik banyak konsumen adalah bisnis kesehatan yang dibungkus dengan gaya hidup, yaitu bisnis spa. Bisnis ini menjadi unggulan usaha di wilayah perkotaan. Sebab gaya hidup kota yang serba cepat dan penat, serta cuacanya yang sangat gerah membuat masyarakatnya ingin merasakan pelayanan yang memanjakan tubuhnya. Maka dari itu Ahmad, mantan karyawan dari sebuah hotel di Depok ini membuat bisnis spa yang harganya terjangkau. Sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah dapat menikmati fasilitas dan pelayanan spa. Tentu saja dengan harga yang terjangkau spa milik Ahmad ini setiap harinya dibanjiri konsumen. Bila dirata-rata, setiap hari ada 50 orang yang berkunjung. Bermula hanya mempunyai tiga karyawan, kini ia sudah mempunyai 10 karyawan. Untuk mengembangkan usahanya, Ahmad kerap melakukan studi banding dan meminta nasihat dan saran dari para pelaku bisnis yang sudah senior.

Usaha Spa Meningkat Pesat

Chandra Ekajaya merupakan pebisnis senior yang dihubungi oleh Ahmad. Ia memberikan saran supaya Ahmad mempekerjakan para tetangganya. Sehingga mereka akan menjadi agen promosi gratis. Ini merupakan salah satu cara supaya sebuah usaha berkembang dengan cepat. Sebab bila harus menganggarkan dana untuk promosi, maka ongkosnya sangat mahal. Usul ini pun juga diberikan oleh pengusaha lainnya, Hary Tanoe. Semakin mantaplah Ahmad dalam mempekerjakan para tetangganya. Bahkan ia bersedia untuk melatih, mendidik, dan membina tetangganya dengan kemampuan dan keahlian. Tetapi untuk formula terapinya hanya orang-orang tertentu saja yang diberi kewenangan. Sebab mereka sudah terikat dengan perjanjian kontrak. Maka formulanya pun sangat aman dan rahasia. Selain spa, pengusaha Chandra Ekajaya mengusulkan kepada Ahmad supaya membuka panti pijat. Sehingga dapat melengkapi usahanya. Jadi sebelum atau setelah spa, para konsumen dan pelanggan dapat menikmati fasilitas pijat. Sepergi dari spa dan pijat miliknya maka tubuh dan pikiran para konsumen akan menjadi segar dan fresh. Mereka pun akan kembali lagi jika senang dengan pelayanannya.

Promosi Baju Koko

Promosi Baju Koko

Menjelang bulan suci Ramadhan, sudah banyak pedagang yang bersiap-siap menyambutnya dengan berbagai macam promo dan program. Salah satu ciri yang paling dapat ditengarai adalah munculnya iklan sirup di layar kaca. Jika iklan sirup sudah menghiasi layar kaca Indonesia, maka sudah dipastikan beberapa minggu atau hari sesudahnnya pasti bulan puasa. Selain makanan, produk yang menjadi andalan adalah baju koko atau lebih dikenal sebagai baju muslim. Mereka sedang memikirkan tentang taktik dan strategi yang akan mereka gunakan supaya permintaan baju dapat meningkat dengan pesat. Para pengusaha ini ingin jualan mereka laku sebab bulan puasa di tahun 2017 ini berada di pertengahan tahun. Pasti angka inflasi akan meningkat dengan pesat. Belum lagi di bulan-bulan tersebut kebutuhan akan sekolah dan pendidikan juga meminta para orang tua untuk merogoh kocek lebih dalam. Maka dari itu perlu cara yang lebih menarik dan soft supaya bisa membuat konsumen membeli dan memakai produk busana muslim.

Promosi Baju Koko 2

Para pengusaha ini sudah memikirkan berbagai macam program supaya masyarakat nantinya mengetahui produk mereka. Setelah berkonsultasi dengan pebisnis sekelas Chandra Ekajaya mereka kemudian mendapatkan inspirasi untuk membuat pameran busana muslim. Jadi bukan hanya baju koko saja, tetapi baju-baju muslim untuk perempuan pun mempunyai kesempatan yang sama untuk lebih dikenal oleh masyarakat. Para pedagang kota Wonosobo ini pun akhirnya bekerja sama untuk membuat pagelaran busana yang menampilkan model-model terkenal. Banyak model terkenal seperti Citra, Fury, Sagita, dan sebagainya diajak turut serta untuk memeriahkan acara ini. Tidak kalah ramai, para pedagang pun diusulkan untuk bekerja sama dengan pemerintah supaya event yang diselenggarakannya lebih ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pengusaha Chandra Ekajaya juga mengusulkan bahwa kegiatan ini justru ditampilkan di ruang publik. Sehingga seluruh elemen masyarakat bisa dijangkau. Mulai dari masyarakat kelas bawah, menengah, hingga kelas atas. Jadi promosi ini pun juga tidak akan merugikan, karena seluruh masyarakat inilah yang menjadi sasaran dari promosi. Jika mereka menonton maka bisa dipastikan promosi ini berhasil.

Keras Panjang Dan Kuat Tiga Hal Membuat Chandra Ekajaya Sukseskan Bisnis Purwoceng

Chandra Ekajaya Pengusaha Purwoceng Sukses

Hai bisnisman! Masih semangatkah Anda melakoni kegiatan bisnis? Jika Anda sedang lelah dan tengah mendapatkan batu terjal dalam berbisnis, maka simaklah inspirasi dan tips bisnis dari pengusaha Chandra Ekajaya ini. Kali ini pengusaha sukses kelahiran Malang, Jawa Timur akan berbagi tips sukses dalam menjalankan sebuah kegiatan bisnis. Sebelumnya, kalian harus mengenal pengusaha muda satu ini terlebih dahulu, dimana ia sukses mengenalkan salah satu produk jamu kemasan yang amat terkenal bernama Purwoceng. Minuman yang identik dengan salah satu suplemen tempur di ranjang ini memang tengah hitz di Indonesia. Pasalnya, produk-produk tersebut telah sukses terdistribusi di berbagai daerah Indonesia maupun telah populer pula menjadi minuman favorit orang-orang Eropa. Dengan racikan yang tepat produk ini pun terpercaya dan berhasil merajai berbagai pasar jamu baik di Indonesia maupun luar negeri.

Nah, inilah tips bisnis yang dilakukan oleh pengusaha Chandra Ekajaya  ini. Keras, panjang, kuat, tiga hal itulah yang membuatnya sukses kenalkan bisnis purwoceng. Keras dalam berbisnis merupakan hal yang penting. Pasalnya dengan bekerja keras kalian tentu akan mendapatkan apa yang tengah kalian perjuangkan dan upayakan. Kerja keras merupakan kunci dari kesuksesan. Jika kalian menemui jalan terjal ketika melakoni bisnis, itu adalah hal yang sangat biasa dan wajar terjadi dalam dunia tersebut. Ketika kalian menemui fase gagal itulah, sebenarnya kalian tengah diuji untuk meyakini bahwa produk yang tengah Anda perjuangkan hanya sekadar main-main saja atau serius. Jika main-main tentu kalian Anda menyerah dan meninggalkan bisnis tersebut. Namun jika itu serius maka meski gagal kalian memiliki keinginan untuk maju dan terus bekerja keras dalam membuat manajemen bisnis yang lebih tertata dan membuat Anda pula memiliki mental baja. Itulah yang dinamakan dengan kerja keras, dimana upaya tersebut tentu akan membuahkan hasil yang positif.

Bisnis Purwoceng Chandra Ekajaya

Tips yang kedua adalah dengan Panjang. Pada tahap ini, kalian harus memperhitungkan  kembali akan potensi bisnis yang kalian pilih. Peluang yang baik dalam bisnis tentu harus diperhitungkan secara matang, mengenai sasaran, produk, dan waktu. Seorang pebisnis haruslah visioner ketika tengah berhadapan dengan dunia yang sebenarnya ujar Chandra Ekajaya. Produk yang Anda keluarkan pun harus memiliki hitungan akan jangka panjang yang akan mempengaruhi bisnis Anda tersebut ke depannya. Jika kalian mampu berpikir panjang dan melihat lintasan waktu yang panjang, yaitu dalam bisnis maka sebelum bisnis Anda hancur di tengah jalan, kalian telah meracik terlebih dahulu langkah antisipasinya ketika tengah berhadapan dengan sebuah kegagalan. Ya, bisnis haruslah memiliki rincian yang sangat detil dan jelas agar Anda tak rugi ketika melakukan berbagai langkah manuver dalam bisnis yang tengah Anda jalankan.

Langkah berikutnya adalah Kuat. Dalam hal ini, kuat merupakan salah satu langkah yang tepat untuk dimiliki oleh seorang pebisnis. Kuat dalam hal ini bukanlah mampu mengangkat beban ratusan kilogram seperti seorang atlet angkat besi, namun kuat dalam hal ini adalah terkait hal bisnis. Pada dasarnya sebuah produk harus memiliki kekuatan agar mampu dipercaya oleh para konsumen. Dengan keinginan yang kuat pula para pebisnis akan berhasil meraih tujuan dari bisnis tersebut. Selain itu pula, kalian juga harus kuat pula ketika di tengah jalan menemui banyak halangan. Ketika Anda kuat itulah sebenarnya Anda telah dekat dengan kemenangan yang sebenarnya.

Nah itulah tips bisnis Chandra Ekajaya, seorang pengusaha purwoceng yang sangat dikenal secara luas. TIga tips tersebut memang menjadi hal yang wajib dimiliki oleh para pebisnis muda. Keras, panjang, kuat adalah tiga hal yang wajib kalian garis bawahi sebagai tiga tips yang akan membawamu pada sebuah puncak kesuksesan. Selamat berbisnis!

Chandra Ekajaya: Tukang Sapu Jadi Pengusaha

Chandra Ekajaya Tukang Sapu Jadi Pengusaha 2

Bagi Chandra Ekajaya, tidak ada yang tidak mungkin. Berawal dari menjadi seorang tukang sapu jalanan yang harus berjibaku dengan angin dan panas matahari, kini ia menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses. Saat masih menjadi tukang sapu, dirinya sudah mempunyai cita-cita dan impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Untuk membayangkannya saja memang sangat sulit, karena saat itu ia harus membagi pendapatannya untuk menafkahi keluarganya. Kejadiannya bermula di tahun 1993, Chandra Ekajaya dengan bekal ijazah Sekolah Menengah Pertama dan tidak mempunyai keahlian serta keterampilan tertentu memberanikan diri merantau ke Ibukota Jakarta. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menjalani pekerjaan apapun selama itu halal. Dari tukang sapu, kuli bangunan, hingga pembantu rumah tangga. Setelah ia ia mendapatkan pekerjaan tetap di sebuah perusahaan swasta sebagai tukang sapu. Karena melihat ketekukan dan kesungguhannya, maka ia diangkat menjadi office boy. Tak lama berselang ia pun diangkat menjadi tenaga pasar.

Chandra Ekajaya Tukang Sapu Jadi Pengusaha

Setelah menjabat sebagai tenaga pasar, kemudian Chandra Ekajaya diberikan tanggungjawab untuk mengurus permasalahn gudang. Selama beberapa waktu ia merasa nyaman dengan pekerjaannya. Tetapi karena kebutuhan anak-anaknya semakin banyak, maka ia pun mencari penghasilan tambahan dengan berjualan aksesoris di stadion Gelora Bung Karno, mulai dari kalung, ikat rambut, gelang, dan sebagainya. Setelah berjalan berbarengan, ia kemudian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ia berpikir bahwa penghasilan berwirausaha lebih besar daripada ikut dengan orang. Semenjak itu ia membeli kios sederhana. Bisnis aksesorisnya berkembang dengan pesat. Karena sukses akhirnya ia membeli sebuah rumah di daerah yang masih sepi. Ia pun beralih menjadi seorang pengusaha sembako. Sebab bagi pengusaha Chandra Ekajaya, bisnis sembako lebih menguntungkan. Bahkan karena ketekunan dan kegigihannya, ia berhasil membuat produk beras sendiri. Beras yang diproduksinya menghasilkan nasi yang pulen, putih, dan bersih. Rasanya pun sangat gurih, dan tidak terlalu manis. Kini beras produknya sudah didistribusikan ke berbagai pedagang di seluruh wilayah Indonesia. Sampai saat ini, bisnis berasnya masih berjalan dan terus berkembang dengan pesat.

Chandra Ekajaya Kaji Perpindahan Ibukota

Chandra Ekajaya Kaji Perpindahan Ibukota

Pengusaha Chandra Ekajaya selaku pelaku usaha masih mengkaji rencana pemerintah yang akan melakukan pemindahan Ibu Kota Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan. Apalagi, pemindahan Ibu Kota ke luar Jawa butuh anggaran besar dan kesiapan infrastruktur. Selain dirinya, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa. Apalagi, pemindahan ibu kota tidak bisa dilakukan dengan mudah. Menurut Hariyadi, butuh kesiapan yang matang untuk memindahkan ibu kota. Rencana tersebut juga bakal menguras kantong negara untuk membangun infrastruktur pendukung ibu kota. Hal ini perlu dipikirkan lagi, karena biayanya terlalu mahal, tidak efektif memindahkan ke sana karena sudah terlanjur semua infrastruktur pendukung ada di sini. Menurut Hariyadi, pemindahan Ibu kota belum tepat terlaksana dalam waktu dekat. Masalahnya, implementasi tersebut harus didukung penumbuhan ekonomi yang tinggi. Menurutnya, selama ekonomi Indonesia belum terlalu bagus, beratlah untuk pindah karena pertumbuhan ekonomi paling menentukan.

Chandra Ekajaya Kaji Perpindahan Ibukota 2

Berbeda dengan Hariyadi, pengusaha Chandra Ekajaya mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan jika Indonesia dapat memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Palangkaraya dalam jangka panjang. Namun, kata dia, semuanya ada hitungan. Idenya memang bagus, jadi pasti persiapan dan perencanaannya sudah matang. Hariyadi mengakui, pemisahan pusat pemerintahan dan ekonomi bukan hal yang aneh. Bahkan di beberapa negara sudah menerapkannya. Misalnya, Amerika Serikat (AS) menetapkan pusat perekonomian di kota New York, sedangkan kota pemerintahan ada di Washington DC. Sementara Myanmar menempatkan Naypyidaw sebagai ibu kota dan Yangon sebagai pusat ekonomi. Maka sangat mungkin kalau suatu saat Indonesia sudah jadi negara maju bisa memindahkan ibukotanya. Tapi pemindahan ibu kota tidak dalam waktu dekat. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menilai bahwa pemindahan ibu kota tidak akan berdampak signifikan bagi kegiatan ekonomi dan bisnis di Jakarta. Sebab, selama ini Jakarta sudah dikenal sebagai pusat dari kegiatan bisnis dan jasa di Indonesia. Maka dari itu Chandra Ekajaya memberikan apresiasi dan dukungan yang positif kepada pemerintah Indonesia.

 

Ilmu Terlarang Chandra Ekajaya Dalam Proses Pengolahan Jamu

Jamu Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Jamu atau yang dikenal sebagi ramuan tradisional tak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan menjaga stamina saja. Ternyata ramuan tradisional ini juga kaya akan manfaat dan bahkan manfaatnya bisa lebih ampuh daripada obat kimaia yang dihasilkan oleh para ahli kimia dan perusahaan farmasi yang ada.

Obat-obat herbal yang bernama jamu ini memang banyak sekali jenis dan macamnya di negeri ini, bahkan dalam tiap ramuannya mengandung banyak sekali bahan-bahan alami yang memberikan efek samping secara besar. Sebagian besar orang lebih memilih jamu ini karena menang selain manfaat yang besar resiko untuk efek samping juga kecil. Chandra Ekajaya yang merupakan salah satu pewaris budaya dalam hal meramu obat tradisional ini juga mengatakan bahwa sebenarnya ramuan tradisional ini tidak begitu memberikan efek negatif yang besar. Dari ramuan herbal ini paling efek negatif yang paling bahaya hanyalah pusing dan mencret karena memang sama sekali tak mengandung bahan kimia di dalamnya.

Pengolahan Jamu Chandra Ekajaya

Selama ini Chandra Ekajaya memproduksi ramuan herbal ini dibantu oleh tiga pegawainya yang juga ikut mengemasi hasil ramuan Chandra Ekajaya ini. dalam proses pengemasannya ia biasanya membuat jamu dalam bentuk bubuk dan juga ada juga yang berbentuk daun-daunan kering yang diseduh dalam pembuatannya.

Ada sebuah ilmu terlarang sebenarnya dalam hal pembuatan ramuan ini. Salah satu ilmu terlarang yang diwariskan kepada Chandra Ekajaya adalah ilmu meramu jamu untuk menggugurkan kandungan. Ilmu ini diwariskan melalui nenek dan juga ibunya. Sebuah pesan turun temurun yang sampai kepada Chandra Ekajaya ialah jangan memberikan jamu ini ke sembarang orang karena dapat merusak budaya yang ada.

Alasan ini sangatlah masuk akal menurut Chandra Ekajaya, walaupun ini hanyalah jamu akan tetapi apabila jatuh ditangan orang yang salah maka akan menjadi sebuah malapetaka. Dengan adanya ramuan ini maka ia hanya memberikan kepada para pasangan yang sudah resmi menikah dan terjadi kecelakaan ketika berhubungan badan atau kehamilan yang tidak disengaja. Untuk melayani masalah ini saja Chandra Ekajaya hanya mau memberi kepada wanita yang baru mengalami usia kehamilan muda yaitu dibawah satu bulan karena pada usia itu nyawa masih belum ditiupkan ke dalam janin.

Pengusaha Harus Bersinergi

Pengusaha-Harus-Bersinergi

Pemerintahan presiden Joko Widodo sangat mengedepankan para pengusaha sebagai salah satu tiang pembangunan, yakni sebagai orang-orang yang menumbuhkan dan mengembangkan perekonomian Indonesia. Karena itu pemerintah menggandeng mereka supaya perekonomian negara ini bisa menjadi poros ekonomi dunia. Selain itu, untuk menuju ke visi Indonesia sebagai poros dan ekonomi dunia, maka pemerintah mempunyai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu mendukung pembangunan dan kemajuan daerah. Pemerintah dan pengusaha Indonesia harus bekerjasama secara sinergis. Banyak para pakar ekonomi menyatakan bahwa sinergitas antara tiga elemen, yakni pemerintah, pengusaha, dan masyarakat merupakan kunci untuk pembangunan ekonomi nasional. Apalagi bila membicarakan kemajuan dunia usaha, maka sinergitas sangat diperlukan. Maka dari itu pemerintah Indonesia berharap para pengusaha yang bergerak di sektor manapun dapat memberikan dan menunjukkan peran aktif serta kontribusinya kepada negara ini melalui mendukung segala program yang berhubungan dengan pembangunan daerah. Para pengusaha yang masih berusia muda diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan lebih luas.

Pengusaha Bersinergi

Kesejahteraan dan perekonomian masyarakat merupakan prioritas utama dari pemerintah. Maka dari itu pemerintah sangat berharap kepada para pengusaha supaya terus-menerus berperan aktif. Program-program perusahaan mereka harus bersinergi dengan program pemerintah. Dengan kerjasama dan sinergitas ini, pengusaha Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa para pengusaha akan mengerti arah kebijakan pemerintah. Sehingga secara perdagangan tentu saja menguntungkan mereka. Sebab mereka lebih dulu memahami dan mengerti pasar dan strategi ekonomi yang dituju. Itulah keuntungan yang akan diperoleh oleh para pengusaha. Selain itu dengan mendidik dan melatih masyarakat, maka para pengusaha ini akan mendapatkan pasokan yang dibutuhkan. Di samping produknya bagus dan berkualitas, karena dihasilkan oleh masyarakat yang dibina maka pengusaha juga akan merasakan kepuasan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Nilai inilah yang ditawarkan oleh presiden Joko Widodo kepada para pengusaha. Chandra Ekajaya selaku pengusaha senior sangat memahami hal ini, maka dari itu ia mendorong kepada rekan-rekannya serta pengusaha muda untuk meraih kepuasan yang tidak akan didapatkan secara materi ataupun uang.

 

Raja Pizza Itu bernama Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Muda, kreatif, dan memiliki segudang pengalaman bisnis adalah tiga hal yang patut disematkan oleh lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur satu ini. Jika ada istilah berakit-rakit dahulu bersenang-senang kemudian, maka pria yang akrab dikenal dengan nama Chandra Ekajaya ini adalah sosok yang telah mempraktikkan istilah dalam peribahasa tersebut. Pasalnya, sejak usia yang masih amat belia, pengusaha muda sukses satu ini lahir dari keluarga yang kurang yang kurang beruntung dalam segi ekonomi. Ibunya yang merupakan seorang buruh cuci, dan ayahnya yang memiliki profesi sebagai buruh kebun apel menuntutnya harus bekerja keras sebagai seorang buruh pasar yang memiliki tugas menata sayur mayur di pasar saat menjelang fajar.

Tumbuh sebagai remaja, Chandra Ekajaya pun kemudian mencari pengalaman sekaligus menimba ilmu bisnis dan masuk pada bangku sekolah menengah atas. Pengalaman kerja kerasnya tersebut pun dimulainya dengan menjadi seorang buruh kebun apel yang dikelola oleh pamannya. Di kebun apel tersebut, ia mempelajari banyak hal termasuk bisnis yang menjadi tujuannya untuk meninggalkan rumah. Lepas sebagai seorang pelajar menengah atas, ia pun berpamitan dengan pamannya untuk melanjutkan studi manajemen dan bisnis di salah satu universitas swasta yang berada di Semarang. Selama menjadi seorang mahasiswa, kegiatan akademiknya pun terbagi dengan kegiatan bisnisnya. Menjadi seorang reseller makanan tradisional yang didistribusikan ke berbagai tempat seperti toko, minimarket, dan sebagainya.

Dok.Chandra Ekajaya

Pada akhirnya, ia pun harus meninggalkan kuliahnya tersebut yang menjadi tujuan semula.Dunia bisnis menjadi pilihannya sehingga menjadi salah satu alasan ia meninggalkan bangku akademiknya. Lepas menjadi seorang mahasiswa yang harus mengundurkan diri di akhir semester, ia pun kemudian membuka sebuah warung pizza. Warung tersebut bernama Q Pizza.

Makanan khas Italia tersebut menjadi salah satu produk yang diunggulkan oleh lelaki berambut kribo tersebut. Pizza menjadi salah satu menu kuliner yang sangat populer bagi para pecinta kuliner Indonesia. Pada akhirnya ia pun membuka produk tersebut untuk memenuhi kebutuhan kuliner khususnya kuliner Eropa yang mungkin sangat sulit dijangkau oleh para pecinta kuliner Indonesia. Dalam salah satu wawancaranya Chandra menyebutkan bahwa sebenarnya bisnis ini dibuka agar semua masyarakat Indonesia tidak kaget dengan makanan khas Italia. Ia pun sengaja membanderol harga produk tersebut dengan harga yang murah, namun tak luput pula bahwa produk tersebut diracik dengan kualitas yang sangat mumpuni.

Alasan menggarap bisnis ini karena pizza mempunyai kesempatan dan potensi besar untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Menurutnya, anak-anak muda di Indonesia pun memang dikenal suka dengan menu khas Eropa karena menu-menu tersebut terbilang cukup mahal secara banderol harga. Kini, Chandra Ekajaya telah berhasil menawarkan beraneka macam varian rasa dari makanan satu ini seperti keju, daging sapi, daging ayam, sosis, dan sebagainya. Sampai saat ini, Chandra telah sukses meningkatkan penjualan dari bisnis tersebut. Q Pizza kini telah dibuka di berbagai tempat dan telah berhasil mendirikan sekitaran 40 outlet yang tersebar di berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Surabaya, Semarang, Jogja, Makassar, dan sebagainya. Dengan strategi bisnis yang menarik yaitu dengan promosi via media sosial, ia pun berhasil mendapatkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Selain itu, lelaki tersebut juga dapat dikatakana sukses menjadi seorang pebisnis yang dikenal kreatif dan sangat inspiratif. Di tangan Chandra Ekajaya, bisnis Q Pizza kini telah merajai dunia kuliner Indonesia dengan produk kebanggannya tersebut.